Home » Belum Dikategorikan » Belajar Bahasa Inggris: Teori & Pendekatan

Belajar Bahasa Inggris: Teori & Pendekatan

November 2011
S M T W T F S
« Jun   Dec »
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
27282930  

Berapa lama kita belajar Bahasa Inggris dan bagaimana hasilnya? Mayoritas kita, terutama sekali saya, mungkin akan menjawab, “sudah beberapa tahun dan hasilnya sungguh sangat tidak menggembirakan.” Ther-Lha-Lhu! Meminjam kata-kata Kak Rhoma. :)

Betapa tidak. Pada masa saya, yang masuk usia sekolah dasar tahun 90an, Bahasa Inggris mulai dipelajari sejak di bangku SMP sampai tahun pertama kuliah, atau lebih kurang 7-8 tahun. Hasilnya? Memilukan sekali! :)

Sedangkan mulai tahun 2000an, Bahasa Inggris sudah dipelajari sejak SD, bahkan ada yang sejak TK. Ahmad, keponakan tercinta saya, yang masuk SD tahun kemarin, sudah harus belajar Bahasa Inggris, bahkan sebelum dia bisa membaca. Namun hasilnya aku kira sama saja, “not so well”.

Nah, kira-kira apa masalahnya, mengapa Bahasa Inggris menjadi begitu tidak mudah untuk dipelajari dikuasai? Mari kita cari tahu bersama-sama.

Faktor yang pertama dan utama mengapa Bahasa Inggris tidak mudah untuk dikuasai adalah karena Bahasa Inggris bukan Bahasa Ibu kita. So, jangan salahkan Ibu mengandung. Salahkan saja Bapak, kenapa dulu menolak cinta Angelina Jolie. Hehe

Faktor kedua, tidak memadainya sistem pendidikan yang ada, dalam arti, pelaku pendidikan bahasa Inggris saat ini, baik tenaga pendidik maupun yang dididik, sama-sama tidak memahami teori dan pendekatan yang efektif untuk diaplikasikan dalam mempelajari bahas Inggris.

Faktor ketiga, tentunya adalah faktor internal, yaitu kurangnya kesungguhan pembelajar Bahasa Inggris itu sendiri dalam mempelajari Bahasa Inggris.

Faktor pertama dan ketiga, saya kira tidak perlu kita bahas. Fokus kita kali ini adalah faktor yang kedua.

Teori dan Pendekatan Belajar Bahasa Inggris

Menurut Evelyn (2010) dalam English Made Easy, ada 3 teori dalam mempelajari bahasa asing. Pertama, Behaviorism Theory (teori tingkah laku). Menurut pencetusnya, Skinner dan Parlov, belajar bahasa adalah proses pembentukan kebiasaan melalui kegiatan: stimulus – response – reinforcement.

Teori inilah yang mendasari munculnya pendekatan audiolingual yang populer tahun tahun 50 dan 60an, yaitu metode belajar bahasa Inggris yang menekankan drill atau latihan pengulangan. Misalnya dengan cara guru mengucapkan kalimat, dan siswa mengulang ucapan guru tadi beberapa kali. Dengan kata lain, metode ini adalah menghafal pola kalimat atau percakapan bahasa Inggris dengan cara mengucapkannya berulang-ulang.

Kelemahan metode ini adalah ketidakmampuan siswa untuk membuat kalimat-kalimat baru selain yang telah dihapal. Dan kenyataannya, sedikit sekali orang yang bisa mempertahankan hafalannya dalam waktu yang cukup lama.

Kedua, Cognitive Theory (Teori Kognitif). Menurut Chomsky, dalam mempelajari bahasa, manusia diciptakan dengan kemampuan kognitif, yaitu memproses masukan yang diterima dan menciptakan kalimat-kalimat baru yang tidak terbatas jumlahnya.

Teori ini mendasari munculnya pendekatan baru dalam belajar bahasa Inggris, yaitu penekanan tata bahasa (grammar).

Kelemahan dari belajar bahasa Inggris dengan pendekatan grammar ini, seseorang kesulitan untuk menggunakan bahasa Inggris lisan secara lancar, karena dalam berbahasa lisan dituntut respon yang cepat. Selain itu, banyak kalimat yang secara gramatika benar, tetapi tidak lazim digunakan dalam bahasa percakapan (lisan).

Ketiga, Acquisition Theory (Penyerapan Bahasa Secara Alami). Menurut Krashen (1983), proses belajar bahasa terdiri dari 2 cara, yaitu aqcuisition dan learning.

Aqcuisition yaitu proses belajar bahasa secara alami dari pengalaman langsung dalam berkomunikasi dengan bahasa tersebut. Sedangkan learning adalah proses belajar bahasa melalui pemahaman unsur-unsur bahasa yang kemudian digunakan untuk berkomunikasi.

Menurut Krashen, untuk bisa berbahasa Inggris, sesorang tidak perlu belajar secara formal. Cukup dengan pengalaman langsung berkomunikasi dengan bahasa tersebut, seseorang dapat menguasinya. Misalnya seorang anak kecil yang secara alami dapat berbicara sesuai bahasa Ibunya.

Kelemahan: metode Krashen ini hanya cocok bagi anak kecil, & sulit bagi orang dewasa. Acquisition ini memerlukan waktu yang lama, yang umumnya tidak dimiliki oleh orang dewasa. Bayangkan jika untuk mempelajari bahasa Inggris kita harus tinggal di negara yang menggunakan bahasa Inggris, tentu membutuhkan waktu yang lama & biaya yang besar.

Kesimpulan

Dari ketiga teori dan pendekatan dalam mempelajari bahasa tersebut, Evelyn menyimpulkan, untuk memperoleh hasil yang optimal, seseorang menggunakan pendekatan eclectic, yaitu menggabungkan kelebihan yang ada pada masing-masing teori.

Misalnya, untuk belajar pronunciation (pengucapan), bisa menggunakan behaviorism theory dengan menekankan perlunya meniru dan mengulang. Untuk belajar grammar dengan menggunakan cognitive, dan untuk memperlancar kemampuan bicara dengan pendekatan aqcuisition.

Buat saya dan mungkin juga kisanak yang sudah hampir frustasi belajar bahasa Inggris, mungkin bisa melakukan pendekatan eclectic ini, agar lebih efektif, serta mendapat hasil yang optimal.

About these ads

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: